Di suatu padang rumput, hiduplah Aka bersama teman"nya. Aka yang murah hati selalu berbagi dengan teman"nya. Aka mempunyai dedaunan yang sangat di sukai hewan-hewan pemamah biak. Pada saat ia masih kecil dan pendek, Aka memberikan daunnya pada rusa. Ketika rusa tak mampu lagi menjangkau daunnya, giliran jerapah dan gajah yang memakannya
Aka memang pemurah. Ia memberikan daun-daunnya bukan karena ia tidak butuh. Aka juga membutuhkan daun - daun itu untuk kelangsungan hidupnya. Sebagai perlindungan, Aka mengenakan mantel duri yang menutupi seluruh dahan dan rantingnya. Duri duri itu seperti peringatan, " Stop ! Sampai sini saja kalian memakan daun-daunku."
Rusa dan jerapah takut pada duri-duri Aka. dengan hati-hati mereka menyantpa daun-daun yang menyembul di antara duri. Lain halnya dengan gajah. Dia mampu mematahkan ranting-ranting Aka dengan belalainya yang kuat. Kemudian, ranting-ranting yang penuh duri dan daun itu di lahapnya dengan rakus.
Jika gajah memakan seluruh rantingnya, maka Aka akan menjadi gundul dan mati. Oleh karena itu, Aka memepertinggi batangnya sehingga belalai gajah hanya dapat meraih ranting-rantingnya yang terbawah. Selain itu, aka juga memperkokoh batangnya. Kalau tidak , terpaan angin kencang atau gajah gajah nakal dapat merobohkan batangnya.
Setelah Aka menjadi pohon akasia yang tinggi dan kokoh, ia tetap mau berbagi. Burung-burung membangun sarang dan berkemabng biak di dahannya. Mereka tinggal di sana hingga anak-anak mereka pintar terbang dan sanggup mencari makanan sendiri. Bunglon sering memanjat batangnya dan merayapi dahannya untuk mencari serangga.
Aka mendapatkan balasan dari kebaikannya. Burung-burung dan bunglon memakan ulat-ulat yang mengganggu Aka. Sedangkan Hewan pemamah biak meninggalkan kotoran yang dapat menyuburkan Aka :)



0 komentar on "SI AKA YANG BAIK (POHON AKASIA)"
Posting Komentar